MEMBENTUK KARAKTER GURU PROFESIONAL

MEMBENTUK KARAKTER GURU PROFESIONAL
NEGERI YANG DAMAI DAN PENUH PESONA

Kamis, 07 Oktober 2010

PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Memahami Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Oleh: Hayatuddin Fataruba

Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasang dengan nama-nama seperti; metode tradisional dan metode baru, metode positivistik dan metode postpositivistik, metode scientific dan metode artistik, metode konfirmasi dan temuan.
Mengenal pendekatan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif akan lebih mudah dan jelas bila kita memahami perbedaannya dengan beragam hal yang sangat mendasar di dalam kedua metodologi tersebut.
Kuantitatif dinamakan metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama dikenal dan sudah mentradisi di kalangan peneliti. Sedangkan kualitatif dikatakan metode baru karena popularitasnya belum lama dan baru diperkenalkan dikalangan peneliti sekitar tahun 1990-an.
Metode Penelitian Kuantitatif, sebagaimana dikemukana oleh Sugiyono (2009:14) dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Menurut Emzir (2009:28), pendekatan Kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (seperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis, dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori), menggunakan strategi penelitian seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistik. Sehingga dalam penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya (Arikunto:2006).
Sebaliknya Metode Penelitian Kualitatif, sebagaimana dikemukana oleh Sugiyono (2009:15) adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Menurut Emzir (2009:28), pendekatan Kualitatif merupakan salah satu pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (seperti makna jamak dari pengalaman individual, makna yang secara sosial dan historis dibangun dengan maksud mengembangkan suatu teori atau pola) atau pandangan advokasi/partisipatori (seperti orientasi politik, isu, kolaboratif, atau orientasi perubahan) atau keduanya. Pendekatan ini juga menggunakan strategi penelitian seperti naratif, fenomenologis, etnografis, studi grounded theory, atau studi kasus. Peneliti mengumpulkan data penting secara terbuka terutama dimaksudkan untuk mengembangkan tema-tema dari data. Sehingga dalam penelitian kualitatif menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian ini terjadi secara lamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Pengambilan data atau penjaringan fenomena dilakukan dari keadaan yang sewajarnya (Arikunto:2006)

A.Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif
Dari pengertian kedua jenis penelitian sebagaimana disebutkan di atas, maka di bawah ini dikemukakan perbedaan-perbedaan mendasar berdasarkan karakteristik penelitiannya, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan.
a.Kejelasan unsur
1.Kuantitatif: memandang suatu objek penelitian sebagai sesuatu yang konkrit, dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, tidak berubah, dapat diukur, dan diverivikasi.
2.Kualitatif: obyek penelitian tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel, karena obyek itu dinamis dan utuh (holistik) karena setiap aspek dari objek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
b.Hubungan
1.Kuantitatif: menganggap kebenaran itu diluar diri peneliti sehingga hubungan antara peneliti denga yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen. Karena menggunakan kueisioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data
2.Kualitatif: karena peneliti adalah human instrumen dimana teknik pengumpulan data participant observation dan in depth interview, maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data secara terintegratif.
c.Jangka Waktu
1.Kuantitatif: pada umumnya jangka waktu penelitian kuantitatif tidak terlalu lama, karena data yang dikumpulkan menggunakan sistem kueisioner, sehingga bila seluruh kueisioner telah terkumpul dan dilakukan kegiatan analisis data dan telah didapatkan hasil untuk disimpulkan maka penelitian telah selesai
2.Kualitatif: pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama, karena tujuan penelitian kualitatif bersifat penemuan, namun bila telah ditemukan sesuatu dan datanya sudah jenuh, telah teruji kredibilitasnya, maka tidak menutup kemungkinan tidak membutuhkan waktu lama penelitian selesai. Dalam hal ini Susan Stainback dalam Sugiyono (2009) menyatakan bahwa: tidak ada cara yang mudah untuk menentukan berapa lama penelitian kualitatif dilaksanakan, Pada umumnya penelitian dilaksanakan dalam tahunan. Tetapi lamanya penelitian akan tergantung pada keberadaan sumber data, interes, dan tujuan penelitian. Selaian itu juga akan tergantung cakupan penelitian, dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan dalam setiap hari atau tiap minggu.


d.Langkah Penelitian
1.Kuantitatif: pada intinya untuk menjawab masalah. Sehingga penelitian ini bertolak dari studi pendahuluan dari objek, dan dirumuskan secara spesifik dan segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan penelitian disusun
2.Kualitatif: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
e.Pola Pendekatan
1.Kuantitatif: karena penelitian ini lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman) sehingga dapat menggunakan sampel, karena data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling dan hasil penelitiannya diberlakukan untuk populasi.
2.Kualitatif: tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel karena lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna ehingga pola pendekatan yang digunakan adalah setting, dimana peneliti memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami oleh peneliti tentang responden menyangkut komponen-komponen antara lain: jati diri responden, tindakan responden, interaksi sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi/tindakan yang dilakukannya. Dan hasil penelitian hanya berlaku bagi setting yang bersangkutan.
f.Tujuan
1.Kuantitatif: menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
2.Kualitatif: menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori, menggambarkan relitas yang kompleks, memperoleh pemahaman makna
g.Hipotesis
1.Kuantitatif: mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian, dimana hipotesis yang menentukan hasil yang diramalkan dan lebih apriori
2.Kualitatif: tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung dan bersifat tentative, dimana hasil penelitian terbuka.
h.Desain Penelitian
1.Kuantitatif: dalam desain penelitiannya masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas dan umumnya dilakukan pada populasi yang luas sehingga hasil penelitian kurang mendalam, jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan, dimana desainnya lebih spesifik, jelas, rinci, ditentukan secara mantap sejak awal, dan menjadi pegangan langkah-demi langkah,
2.Kualitatif: bersifat fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya, bersifat umum, berkembang dan muncul dalam proses penelitian. Mempunyai sifat induktif yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada, mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk menyesuaikan diri dengan konteks yang ada di lapangan.

i.Teknik Pengumpulan Data
1.Kuantitatif: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan, menggunakan kuesiaoner, observasi dan wawancara terstruktur
2.Kualitatif: kegiatan pengumpulan data harus selalu dilakukan oleh peneliti sendiri, dengan teknik participant observation, in depth interview, dokumentasi, dan triangulasi yaitu penyilangan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan untuk mencapai hasil penelitian.
j.Instrumen Penelitian
1.Kuantitatif: menggunakan test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang telah terstandar
2.Kualitatif: peneliti sebagai instrumen (human instrument) dimana peneliti harus memiliki daya responsif yang tinggi, memiliki sifat adaptable, memiliki kemampuan memandang obyek penelitiannya secara holistik, sanggup terus menerus menambah pengetahuan untuk menginterpretasi gejala, memiliki kemampuan klarifikasi, dan memiliki kemampuan merumuskan informasi sehingga menjadi bahan masukan bagi pengayaan konsep ilmu, buku catatan, tape recorder, camera, handycam dan lain-lain
k.Data
1.Kuantitatif: data bersifat kuantitatif, dimana hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
2.Kualitatif: data berupa deskripsi kualitatif seperti, dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain

l.Analisis Data
1.Kuantitatif: dilakukan sesudah semua data terkumpul
2.Kualitatif: dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Dimana data dianalisis sejak awal pengumpulan data dengan mengadakan interpretasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Dan yang paling utama dari kedua Metode Penelitian ini adalah:
m.Kompetensi Peneliti
1.Kuantitatif:
•Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti
•Mampu melakukan analisis secara akurat
•Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang akan diteliti
•Memahami berbagai jenis metode kuantitatif, seperti metode survey, eksperimen, action research, expost facto, evaluasi, dan R&D.
•Memahami teknik-teknik sampling, dan mampu memilih dan menghitung sampling
•Mampu menyusun instrumen untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti
•Mampu mengumpulkan data
•Mampu menyajikan data, menganalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, dan mampu meninterpretasikannya
•Mampu membuat laporan secara sistematis
•Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan
•Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian
2.Kualitatif:
•Memiliki wawasan yang luas tentang apa yang akan di teliti
•Mampu menciptakan rapport ( membangun hubungan yang akrab) kepada setiap orang yang ada pada situasi sosial yang akan diteliti
•Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada objek penelitian
•Mampu menggali sumber data
•Mampu menganalisis data secara induktif secara berkesinambungan
•Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas hasil penelitian
•Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena, hipotesis atau ilmu baru
•Mampu membuat laporan secara sistematis
•Mampu membuat abstraksi hasil penelitian
•Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian (dihimpun dari Arikunto:2006, Emzir:2009, dan Sugiyono:2009)


Daftar Pustaka

1.Arikunto, Suharsimi : Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta: 2006.
2.Domu, Ichdar : Bahan Kuliah Metodologi Penelitian, Program Studi Manajemen Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Negeri Manado: 2009.
3.Emzir : Metodologi Penelitian Pendidikan, Kuantitatif dan Kualitatif, Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2009.
4.Sugiyono : Metodologi Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung: 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar